Cakrawalabarat.com, SOLO — Pura Mangkunegaran bakal menggelar prosesi Kirab Pengantin dalam rangkaian Hajad Dalem Dhaup Ageng antara G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian.
Kirab budaya yang akan menyusuri jalan protokol di Kota Solo ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/11/2026) mulai pukul 16.00 WIB.
Ketua Panitia Dhaup Ageng Mangkunegaran 2026, Sherly Karina, membeberkan kirab tersebut akan menempuh jarak sekitar 2,4 kilometer dengan titik awal dan akhir di Pura Mangkunegaran.
Sherly merinci rute kirab akan dimulai dari Gerbang Selatan Pura Mangkunegaran, menyusuri Jl. Ronggowarsito hingga pertigaan Tiga Serangkai, berbelok ke Jl. Prof. Dr. Supomo menuju Jl. Slamet Riyadi, lalu berjalan lurus hingga pertigaan Ngarsopuro, masuk ke Jl. Diponegoro, dan berakhir kembali di Pura Mangkunegaran melalui pintu selatan.
Dalam prosesi kirab tersebut, pasangan pengantin akan tampil mengenakan Busana Kasatriyan. Keduanya akan menyapa langsung masyarakat dari atas kereta kencana utama bernama Glasslandauer.
Susunan barisan kirab akan diawali dan dikawal oleh para bregada (prajurit) Pura Mangkunegaran, disusul kereta pengantin, serta diiringi oleh unsur seni tradisi istana. Tata laku, busana, dan musik pengiring dalam kirab ini merupakan warisan tradisi yang terus dijaga kelestariannya lintas generasi.
Terkait potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah jalan protokol akibat iring-iringan sepanjang 2,4 kilometer tersebut, pihak panitia memohon permakluman kepada warga Kota Bengawan.
“Kami memohon maaf apabila ada aktivitas warga yang terganggu. Namun, kami berharap seluruh warga turut antusias menyaksikan pagelaran budaya yang disajikan oleh Mangkunegaran melalui kirab ini,” ungkap Sherly dalam jumpa pers di Pura Mangkunegaran, Senin (2/11/2026).
Pihak Mangkunegaran mempersilakan masyarakat umum untuk menyambut dan menyaksikan kirab di sepanjang rute yang telah ditentukan.
Meski demikian, ia menghimbau agar tertib dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang demi menjaga keamanan, kelancaran, serta kekhidmatan seluruh rangkaian prosesi.
Informasi lebih lanjut mengenai rekayasa lalu lintas akan disampaikan oleh pihak kepolisian dan dinas terkait.
Juru Bicara Dhaup Ageng Mangkunegaran, K.P.H. Drs. Tjuk Susilo, menambahkan prosesi kirab merupakan tradisi turun-temurun di Pura Mangkunegaran, baik saat momen jumenengan atau naik takhta maupun pernikahan putra-putri dalem.
Ia mengatakan kirab ini menjadi sarana penting untuk menghubungkan hajat keluarga Mangkunegaran dengan masyarakat luas.
“Harapan utamanya adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa putra-putri dalem ini sudah menikah. Sekaligus memperkenalkan keluarga baru ini kepada masyarakat di sekitar Mangkunegaran,” papar Tjuk Susilo.
Lebih lanjut, ia menyebut kirab ini merupakan momen bagi keluarga keraton untuk memohon doa restu kepada lingkungan dan seluruh warga. “Jadi harapannya masyarakat juga bisa ikut merasakan kebahagiaan dari pernikahan ini,” tambahnya.

Leave a Reply