Proyek Jalan Kolonel Sugiyono Solo Mandek 3 Pekan, Warga Pasang MMT Protes

Proyek Jalan Kolonel Sugiyono Solo Mandek 3 Pekan, Warga Pasang MMT Protes
Sunarto, warga Sumber Nayu Kelurahan Joglo (kanan) menyampaikan unek-uneknya kepada Anggota Komisi III DPRD Solo, Kevin Candra Sadewa, perihal mandeknya perbaikan Jl Kolonel Sugiyono, Jumat (30/10/2026). (Daerah/Kurniawan)

Cakrawalabarat.com, SOLO — Warga Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, mengeluhkan proyek perbaikan ruas Jalan Kolonel Sugiyono yang melintasi wilayah mereka. Warga memprotes pengerjaan proyek yang mandek selama tiga pekan terakhir.

Perbaikan ruas jalan tersebut menimbulkan gangguan debu yang beterbangan. Sejumlah pengendara sepeda motor juga dilaporkan terjatuh karena terpeleset kerikil atau pasir saat melintas.

Sejumlah warung dan toko yang berada di pinggir Jalan Kolonel Sugiyono juga sepi pembeli seiring penutupan ruas jalan tersebut. Warga kian geram lantaran pengerjaan proyek tidak berlanjut selama tiga pekan terakhir.

Warga pun berinisiatif memasang spanduk atau media luar ruang (MMT) berisi ungkapan protes. Pantauan Espos, Jumat (30/10/2026), MMT tersebut memuat aspirasi warga yang ditujukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Tulisan dalam MMT tersebut berbunyi: “Seperti Mas Wali Jalan Ditutup Total Pripun, #DPUPR Ngaspal 1 KM 2 Bulan Tidak Jadi, Katanya Demi Kemajuan dan Kenyamanan Jalan Dibongkar Total Tapi Berhenti dan Ditinggal Pengerjaannya Entah Siapa yang Harus Bertanggung Jawab Akhirnya Debu Jadi Santapan Sehari-Hari Saat Kemarau.”

“Warga terutama terganggu dengan debunya. Terus proyeknya ini juga berhenti. Sudah tiga pekan enggak dikerjakan apa-apa. Jadi tidak ada aktivitas sama sekali selama tiga pekan ya,” tutur Sunarto, warga Sumber Nayu RT 003/RW 006, Kelurahan Joglo, saat diwawancarai Espos.

Dia mendesak pihak terkait segera melanjutkan pengerjaan proyek Jalan Kolonel Sugiyono. Jangan sampai warga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin terdampak akibat mandeknya pengerjaan proyek tersebut.

“Harapan kami segera dikerjakan begitu, diselesaikan ya. Mosok proyek 500 meter saja sudah dua bulan enggak selesai. Kalau seperti ini terus kan kasihan warga dan UMKM sepi banget. Seperti yang jualan-jualan, tambal ban, warung tengkleng, terus tempate Pak Slamet kacang hijau itu ya sepi. Termasuk tidak nyaman dengan debu,” urai dia.

Wakil rakyat dari Joglo, Kevin Candra Sadewa, yang merupakan anggota Komisi III DPRD Solo, turun langsung mengecek kondisi Jalan Kolonel Sugiyono yang sedang diperbaiki. Dia menyatakan setiap warga berhak menyampaikan aspirasi mereka.

Keluhan warga antara lain debu yang mengganggu kesehatan, kondisi jalan yang membahayakan pengendara sepeda motor, warung-warung yang sepi karena jalan ditutup total, hingga pengerjaan proyek yang mandek selama tiga pekan terakhir. Warga berharap proyek tersebut segera diselesaikan.

“Ini banyak keluhan dari warga, kecelakaan, terus debu setiap pagi. Ini kan kelihatan di video jelas sekali ya debu-debu ini. Apalagi ini pengerjaannya sudah relatif lama tapi tidak selesai-selesai. Saya akan coba koordinasikan dengan DPUPR Solo,” ungkap dia.

Kevin juga menekankan pentingnya informasi mengenai proyek yang berdampak langsung kepada masyarakat. Dia menyayangkan tidak adanya papan informasi proyek di sepanjang Jalan Kolonel Sugiyono yang sudah dikeruk. Padahal, informasi tersebut dibutuhkan warga.

Informasi yang dimaksud meliputi periode dan jangka waktu pengerjaan, nilai anggaran, jenis pekerjaan, serta informasi penting lainnya.

“Saya tekankan pentingnya informasi kepada masyarakat terkait pembangunan itu harus disosialisasikan terlebih dahulu. Karena warga ini mengeluh, ngerti-ngerti dibangun. Padahal warga terdampak langsung kan,” tutur dia.

Berdasarkan informasi yang diterima Kevin dari aduan masyarakat, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintas di ruas Jalan Kolonel Sugiyono yang sudah dikeruk. Kondisi jalan dipenuhi kerikil dan tanah yang berpotensi membuat sepeda motor terpeleset.

“Setiap hari ada yang kepleset jatuh ada yang kecelakaan di sini dan tentunya masyarakat juga mengeluh dan akhirnya masyarakat membuat apa ekspresi seperti ini kan. Saya sebagai anggota Komisi III sangat menyayangkan pengerjaan proyek ini,” ungkap dia.

Leave a Reply