Mangkunegaran Bagikan 2.000 Porsi Segahan Setiap Hari Selama Dhaup Ageng

Mangkunegaran Bagikan 2.000 Porsi Segahan Setiap Hari Selama Dhaup Ageng
Perwakilan Panitia Dhaup Ageng Mangkunegaran menyerahkan paket Segahan Pahargyan kepada perwakilan pengurus dan warga binaan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta, Solo, belum lama ini. (Istimewa/Dok. Panitia Dhaup Ageng)

Cakrawalabarat.com, SOLO — Pura Mangkunegaran membagikan 2.000 porsi Segahan Pahargyan atau jamuan makanan setiap harinya selama perhelatan pesta rakyat Mangayubagyo Dhaup Ageng berlangsung pada Jumat-Minggu (6–8/11/2026).

Jamuan tersebut disalurkan untuk warga di lima kecamatan serta sejumlah panti asuhan dan lembaga sosial di kawasan Surakarta Raya.

Pembagian Segahan Pahargyan ini merupakan wujud syukur keluarga atas pernikahan agung (Dhaup Ageng) antara G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian (Kanjeng Dimas).

Ketua Panitia Dhaup Ageng Mangkunegaran 2026, Sherly Karina, menyampaikan bahwa melalui jamuan tersebut, masyarakat diajak untuk ikut merasakan kebahagiaan sekaligus mendoakan perjalanan hidup baru kedua mempelai.

“Segahan Pahargyan merupakan bagian dari semangat Srawung Kabagyan, yaitu perjumpaan untuk berbagi kebahagiaan. Masyarakat dapat hadir, bertemu, menikmati jamuan, serta turut menyampaikan doa dan pangestu (restu) bagi kedua temanten,” ujar Sherly kepada awak media, Minggu (8/11/2026).

Penyaluran Segahan Pahargyan didistribusikan melalui jaringan lima kecamatan di Kota Solo, yakni Banjarsari, Laweyan, Pasar Kliwon, Jebres, dan Serengan. Selain menyasar warga di permukiman, penyaluran ini juga secara khusus merangkul masyarakat rentan yang didampingi oleh berbagai lembaga sosial.

Beberapa lembaga yang terlibat dalam penyaluran ini antara lain Yayasan Disabilitas Solo, Yayasan Lentera Surakarta, Yatim Mandiri Solo, Forum Buah Hati Berseri Kota Surakarta, YPAC Surakarta, serta sejumlah panti asuhan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Solo dan Colomadu.

“Jalur ini dipilih agar ruang partisipasi tidak hanya dapat diakses oleh warga yang hadir langsung di Pamedan, tetapi juga menjangkau beragam kelompok, termasuk anak-anak yatim piatu, penyandang disabilitas, serta warga di panti sosial,” jelas Sherly.

Juru Bicara Dhaup Ageng Mangkunegaran, K.P.H. Drs. Tjuk Susilo, menambahkan konsep pesta rakyat Mangayubagyo yang digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran ini mengusung tema Sumambung ing Rasa, Nyawiji ing Pangestu.

Ia menegaskan, agenda kerakyatan ini didasari oleh filosofi kepemimpinan keraton yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Intinya, masyarakat Solo dan sekitarnya ini agar rumangsa melu handarbeni [merasa ikut memiliki] Mangkunegaran. Dengan begitu, Mangkunegaran bisa terus tumbuh besar dan lestari bersama masyarakat,” tutur Tjuk Susilo.

Sementara itu, Juru Bicara Dhaup Ageng lainnya, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, mempersilakan masyarakat yang hadir dalam pesta rakyat tersebut untuk memberikan doa restu secara langsung kepada kedua mempelai.

Untuk memfasilitasi hal itu, panitia telah menyediakan wadah khusus bernama Pangestu, yang diwujudkan melalui medium Buku Pangestu, Pohon Pangestu, dan Suwanten Pangestu. Seluruh pesan dari warga ini nantinya akan dihimpun dan diserahkan langsung kepada pasangan pengantin sebagai bekal mengarungi bahtera rumah tangga.

“Mangayubagyo menjadi ruang perjumpaan keluarga dan masyarakat dalam rasa syukur. Setiap jamuan yang dibagikan, kebersamaan yang terjalin, serta pangestu yang disampaikan menjadi bagian dari doa yang mengiringi perjalanan baru kedua mempelai,” pungkas Ayu.

Leave a Reply