Cakrawalabarat.com, SOLO — Tamu undangan resepsi pernikahan Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dan Kanjeng Pangeran Haryo Fransiskus Xaverius Adimas Rosdian atau Kanjeng Dimas di Pura Mangkunegaran mendapatkan hidangan istimewa, Jumat-Sabtu (6-7/11/2026).
Resepsi berlangsung selama dua hari sejak Jumat. Pada hari pertama, tamu undangan kebanyakan merupakan tokoh penting, mulai dari pejabat negara hingga pemerintah daerah. Pada hari kedua, para tamu terdiri atas camat, lurah, seniman, dan kerabat Mangkunegaran.
Jumlah undangan pada masing-masing hari sama, yakni 1.000 orang. Namun, pada resepsi hari pertama, jumlah tamu yang terlihat lebih banyak dibandingkan hari kedua. Hal itu karena tamu pada hari pertama juga mencakup petugas protokol, humas, dan dokumentasi.
Para tamu mendapatkan hidangan dari Restoran Pracimasana Pura Mangkunegaran. Menu yang disajikan pada resepsi hari pertama dan kedua sama.
Hidangan pembuka berupa kudapan Karak Gadon Daging, yakni karak yang di dalamnya terdapat daging cincang dan santan. Rasanya asin dengan tekstur lembut.
Kemudian, ada Makaron Gendhis Abang yang terdiri atas makaroni pandan, gula merah, dan kelapa. Hidangan ini memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit pahit dengan tekstur legit.
Berikutnya, Sop Manten berupa ayam galantin yang disajikan dengan campuran sayuran, seperti jagung manis, wortel, dan kacang kapri. Hidangan ini juga dilengkapi jamur salju dan kuah kaldu ayam yang terasa kental dan asin.
Untuk hidangan utama atau main course, tamu disuguhi Sego Punar yang terdiri atas nasi kuning, daging bumbu age, kentang kering, urap, acar wortel, serta sambal goreng krecek dan kacang tolo. Sego Punar memiliki perpaduan rasa asin, manis, pedas, pahit, dan asam. Tekstur dagingnya empuk.
Berikutnya, hidangan penutup atau dessert berupa Racikan Woh Wohan. Sajian ini terdiri atas kue spons susu, mousse vanila, selai leci, raspberry, almond crispy, tuile raspberry, dan saus jeruk. Racikan Woh Wohan memiliki perpaduan rasa manis dan asam.
Selama menyantap hidangan, para tamu juga mendapatkan hiburan berupa pertunjukan Tari Langendriyan dan Tari Gambyong Pareanom. Lakon Damarwulan Jumeneng Nata membawa nilai keteguhan dan pengorbanan, sementara Gambyong Pareanom menghubungkan pahargyan hari ini dengan jejak pernikahan Mangkunegaran pada 1951.
Tamu yang hadir, khususnya di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran, diimbau tidak meninggalkan tempat sebelum pertunjukan selesai maupun seluruh hidangan selesai disajikan. Gusti Sura dan Kanjeng Dimas juga menyapa para tamu.

Leave a Reply