Cakrawalabarat.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengumumkan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kelas Program Khusus di SMPN 24 Solo dan SMPN 25 Solo, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 150 siswa diterima dalam program perdana tersebut dengan capaian akademik yang dinilai sangat tinggi.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, meninjau langsung hasil seleksi di SMPN 24 Solo dan SMPN 25 Solo. Sejumlah orang tua siswa turut hadir untuk melihat pengumuman yang juga dapat diakses melalui laman resmi SPMB Kota Solo.
Respati mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Sebanyak 418 siswa mendaftar, terdiri atas 314 siswa dari dalam Kota Solo dan 104 siswa dari luar kota. Dari jumlah tersebut, hanya 150 siswa yang diterima.
“Dari hasil seleksi, rata-rata peserta yang mendaftar merupakan anak-anak berpotensi dengan capaian akademik tinggi. Nilai TKA tertinggi mencapai 190, dengan rata-rata berada di atas 160 dari nilai maksimal 200. Ini hampir sempurna,” ujar dia.
Selain itu, nilai IQ tertinggi peserta mencapai 136 dengan rata-rata sekitar 112. Menurut Respati, hasil tersebut menunjukkan peserta didik yang lolos memiliki potensi intelektual yang kuat.
Kemampuan akademik itu juga diperkuat dengan hasil tes kesamaptaan, wawancara orang tua, serta tes ketahanan belajar yang menjadi bagian dari proses seleksi. “Program Kelas Khusus menjadi perubahan dari transformasi pendidikan negeri di Kota Solo. Dulu, SMPN 24 dan SMPN 25 Solo menjadi pilihan terakhir,” kata dia.
Menurut Respati, selama ini sekitar 75% siswa di kedua sekolah tersebut berasal dari luar kota, sementara siswa dalam kota hanya sekitar 25%. Sebagian besar menjadikan sekolah itu sebagai pilihan terakhir. “Tetapi hari ini saya pastikan semuanya tidak salah menyekolahkan anaknya di SMP Program Khusus,” ujarnya.
Dia menjelaskan program tersebut dirancang untuk menyiapkan siswa memiliki daya saing global. Lulusan nantinya diarahkan mengikuti berbagai program pendidikan unggulan, seperti beasiswa ASEAN Scholarship di Singapura, Sekolah Garuda, maupun sekolah unggulan lainnya melalui jalur prestasi dan akademik.
Pemkot Solo juga menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih baik, termasuk penerapan metode moving class, yakni ruang belajar yang disesuaikan dengan tema atau mata pelajaran tertentu.
“Dengan konsep ini, proses belajar diharapkan menjadi lebih dinamis, fokus, dan sesuai kebutuhan pengembangan peserta didik namun tetap tanpa dipungut biaya,” kata dia.
Selain itu, Pemkot Solo menyiapkan 22 guru berprestasi yang telah lolos seleksi ketat dari sekitar 1.000 peserta guru. Pemerintah juga menjamin kesejahteraan tenaga pendidik agar Sekolah Program Khusus mampu bersaing dengan sekolah swasta.

Leave a Reply