Cakrawalabarat.com, SEMARANG — Java United telah memperkenalkan jajaran official pelatih dan pemain untuk kompetisi Super League 2026/2027. Klub yang sebelumnya bernama Malut United ini memiliki alasan tersendiri memindahkan markas mereka dari Kota Ternate, Maluku Utara, ke Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
General Manager Java United FC, Alan Haviludin, mengatakan keputusan menjadikan Semarang sebagai home base tidak lepas dari ikatan emosional yang sudah terjalin sejak klub berdiri. Sejumlah pemain dan staf yang memperkuat tim sejak masih bernama Malut United diketahui banyak berasal dari Jateng.
“Semarang dipilih karena faktor utama ada ikatan emosional. Sejak tim ini berdiri, banyak pemain dan staf yang berasal dari Jateng. Faktor itu yang menjadikan Jateng sebagai home base kami,” ujar Alan Haviludin saat ditemui Espos, Rabu (26/8/2026).
Meski bermarkas di Kota Semarang, Java United FC tidak meninggalkan pengembangan sepak bola di Maluku Utara. Alan mengatakan aset dan program pembinaan yang telah dibangun di Kota Ternate tetap akan dipertahankan melalui Akademi Merah Putih.
“Di Maluku itu khusus untuk Akademi Merah Putih yang bekerja sama dengan SL Benfica. Prioritas utamanya untuk anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang kurang mampu. Kami juga membuka kesempatan untuk anak-anak dari Jateng bergabung ke sana,” jelasnya.
Sedangkan di Kota Semarang, Java United juga akan melakukan pembinaan khususnya Elite Pro Academy (EPA) U-16, U-18, dan U-20. Alan menegaskan pemain dari luar Jateng tidak akan diprioritaskan dalam program tersebut.
“Tim ini mengawali Liga 2 dengan para pemain dan official pelatih yang berasal dari Jateng. Jadi ada ikatan emosional sejak klub ini berdiri,” tegas Alan.
Di sisi lain, manajemen memahami perubahan markas dan identitas klub dapat menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama bagi masyarakat Ternate dan Maluku Utara yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan klub.
Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, menegaskan perpindahan tersebut bukan berarti klub mengakhiri komitmennya terhadap Maluku Utara. Menurut dia, perubahan itu merupakan bagian dari fokus investasi untuk memberikan manfaat lebih besar bagi sepak bola daerah dan nasional melalui pembinaan usia dini.
“Kami ingin menegaskan bahwa langkah ini bukanlah akhir dari komitmen kami terhadap Maluku Utara, melainkan perubahan fokus investasi demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masa depan sepak bola Maluku Utara dan nasional lewat pembinaan usia dini,” ungkap Sofyan.
Salah satu pemain yang memiliki ikatan dengan Jateng ialah gelandang Tri Setiawan. Pemain berusia 22 tahun tersebut pernah memperkuat PSIS Semarang selama dua musim sebelum bergabung dengan Java United FC.
“Kalau ditanya perasaan bisa kembali lagi ke Kota Semarang tentu senang. Karena kembali ke Semarang seperti pulang ke rumah sendiri,” ungkap Tri.
Tri juga sangat antusias menyambut musim baru bersama Java United FC. Menurut dia, perubahan suasana, pelatih, hingga gaya bermain menjadi motivasi tersendiri untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
“Saya antusias menyambut musim baru. Semua tim juga persiapannya semakin baik dan kompetitif,” tandasnya.

Leave a Reply