Cakrawalabarat.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan penyaluran bansos melalui sistem digital teknologi pemerintahan atau Goverment Technology (GovTech) pada 10 November 2026. Sebanyak 100 juta warga ditargetkan sudah terdaftar sebagai penerimanya.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan mengatakan telah mengusulkan tanggal penyaluran perdana bansos digital secara nasional ini kepada Presiden Prabowo Subianto pada 10 November alias dalam dua pekan ke depan.
Sampai dengan saat ini, terang Luhut, sudah ada 60 juta warga yang layak terdaftar sebagai penerima bansos sesuai dengan sistem digital GovTech.
“Kami harap nanti waktu roll-out oleh Presiden 10 November, itu sudah lebih 100 juta orang. Kami harap akhir tahun ini, itu sudah seluruh penduduk Indonesia yang qualified untuk menerima bansos sudah akan terdaftar,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di kantor DEN, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Luhut menerangkan bahwa penyaluran bansos melalui sistem GovTech dapat mendorong keadilan di antara penerima manfaat. Masyarakat yang menerima bantuan dari APBN dipastikan benar-benar layak.
Pria yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan ini menuturkan, sistem GovTech ini menggunakan kecerdasan buatan atau artifical intelligence (AI).
Dengan sistem ini, harapannya bansos berupa barang maupun tunai diharapkan tidak salah sasaran ke masyarakat yang tidak layak atau sudah mampu.
Pada akhirnya nanti, Luhut berharap agar tidak hanya sistem penyaluran bansos yang bisa bertransformasi. Pemerintah harapannya juga bisa mentransformasikan bentuk bansos maupun subsidi yang disalurkan pemerintah dari APBN.
“Tergantung pemerintahannya, sebab kami juga ingin pada ujungnya nanti tidak ada lagi subsidi kepada product, tetapi subsidi itu kepada langsung kepada manusia, cash transfer kepada individu,” pungkasnya.
Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Prabowo Luncurkan Bansos Digital 10 November, Bidik 100 Juta Penerima

Leave a Reply