Pesta Rakyat Dhaup Ageng Mangkunegaran, 2.000 Porsi Makanan Disiapkan

Pesta Rakyat Dhaup Ageng Mangkunegaran, 2.000 Porsi Makanan Disiapkan
Warga menikmati aneka kuliner dalam Pesta Rakyat Mangayubagyo Dhaup Ageng Mangkunegaran di Pamedan sisi timur Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (6/11/2026) malam. Panitia menyediakan sekitar 2.000 porsi makanan bagi warga undangan dari lima kecamatan, panti asuhan, dan panti wreda. (Daerah/Kurniawan)

Cakrawalabarat.com, SOLO – Pesta Rakyat dalam rangka Mangayubagyo Dhaup Ageng pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian digelar di Pamedan Mangkunegaran sisi timur, Jumat (6/11/2026) malam.

Puluhan stan kuliner dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meramaikan area pesta rakyat. Panitia menyediakan sekitar 2.000 porsi makanan bagi warga yang diundang dari lima kecamatan di Solo, serta penghuni panti asuhan dan panti wreda.

Warga yang diundang mendapatkan kupon untuk menikmati makanan utama atau dhaharan, jajanan, dan minuman atau unjukan. Penyediaan ribuan porsi makanan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan rasa syukur keluarga Mangkunegaran yang dibagikan kepada masyarakat.

Selain menikmati aneka kuliner, warga juga dapat menyaksikan pertunjukan seni dan budaya. Panitia menyiapkan panggung besar di sisi paling timur area Pamedan untuk menampilkan sejumlah pertunjukan.

Salah satu hal menarik di lokasi pesta rakyat adalah pohon harapan yang dipasang di bagian tengah area. Pohon tersebut menjadi tempat warga menuliskan dan menggantungkan harapan, terutama doa bagi Gusti Sura dan Kanjeng Dimas agar menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia dan langgeng.

“Harapannya tentu masyarakat bisa memberikan harapannya untuk Gusti Sura tentang pernikahan hari ini. Silakan masyarakat antusias mengisi dan menggantungkan harapannya,” ujar PIC Pohon Harapan, Gege, saat diwawancarai wartawan.

Dampak Ekonomi Dhaup Ageng

Terpisah, pengamat ekonomi Kota Solo, B.R.M. Bambang Irawan, menilai Dhaup Ageng Mangkunegaran memberikan manfaat bagi berbagai sektor usaha di Solo. Menurut dia, semakin banyak tamu dari luar daerah yang datang, semakin besar pula potensi manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kesimpulannya banyak sektor yang mendapatkan manfaat dari event Dhaup Ageng Mangkunegaran ini. Kalau tamu dari luar Solo lebih banyak, berarti semakin banyak manfaat yang dirasakan warga Solo. Biasanya pada menginap, karena pas weekend, para tamu Jakarta biasanya do dahar ageng kan, cari daharan yang nikmat,” ujar dia.

Bambang mencontohkan sejumlah kuliner khas Solo yang berpotensi menjadi tujuan para tamu, seperti sate kambing, soto, bestik, dan wedangan. Dia berharap para tamu, khususnya tamu VIP yang menginap di Solo, juga berbelanja dan menikmati produk lokal.

Menurut dia, penyelenggaraan Dhaup Ageng turut membuka peluang bagi berbagai sektor, mulai dari persewaan kursi, dekorasi, bunga sesaji, persewaan pakaian Jawa, jasa rias, pengemudi ojek daring, katering, seniman, hingga usaha akomodasi, hotel, dan UMKM di wilayah Soloraya.

Meski demikian, Bambang belum dapat memastikan sejauh mana acara tersebut mampu meningkatkan tingkat hunian hotel di Solo. Dia menilai dampak terhadap okupansi perlu dilihat dari jumlah tamu luar kota yang menginap selama rangkaian acara.

“Mungkin banyak tamu dari luar kota, ketika butuh penginapan atau transit, berarti akomodasi di Solo mendapatkan limpahan manfaat. Meskipun saya tidak yakin apakah itu cukup mendongkrak okupansi rate atau tingkat hunian hotel di Solo,” ungkap dia.

Dia berharap Dhaup Ageng dapat membantu mendongkrak okupansi hotel di tengah kondisi industri perhotelan yang menurutnya sedang mengalami penurunan. Bambang menilai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah perhatian pemerintah yang dinilainya lebih berfokus pada ketahanan pangan, sementara sektor pariwisata belum menjadi prioritas utama.

“Belakangan ini jeblok. Jadi banyak faktor, salah satunya antara lain fokus pemerintah ke ketahanan pangan, sehingga pariwisata menjadi seolah-olah minor priority. Ya mudah-mudahan bisa mendongkrak okupansi di tengah kondisi sekarang,” ujar dia.

Sementara itu, Team Humas BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo yang juga General Manager Petit Boutique Hotel Solo, Wening Damayanti, mengatakan sejumlah hotel mengalami kenaikan tingkat hunian selama Dhaup Ageng Mangkunegaran. Namun, kenaikan tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh hotel di Solo.

Menurut Wening, hotel yang berada di sekitar Pura Mangkunegaran hingga radius 5-10 kilometer lebih banyak merasakan dampak. Hotel di kawasan Pasar Kliwon juga mencatat tingkat hunian yang cukup tinggi.

“Beberapa hotel mengalami kenaikan signifikan ya terutama yang ada di ring 1 Mangkunegaran sampai radius 5-10 kilometer, masih dapat tamu. Termasuk area Pasar Kliwon. Jadi okupansi mulai kemarin, lumayan bagus, sampai 80 persen. Yang di area sekitar Mangkunegaran seperti Hotel Sahid, Solia, naik signifikan,” terang dia.

Wening menjelaskan tingkat hunian sejumlah hotel yang dekat dengan Mangkunegaran mencapai 80%-100%. Bahkan, beberapa hotel dilaporkan telah terisi penuh. Selain Dhaup Ageng, momentum akhir pekan turut memengaruhi peningkatan okupansi.

“Persentase di Pasar Kliwon saat ini sudah 80 persen, dua hari ke depan juga bagus. Hampir full juga. Ada yang sudah full. Faktornya weekend, juga Dhaup Ageng, terkhusus hotel yang dekat Mangkunegaran,” papar dia.

Meski demikian, Wening menyebut peningkatan okupansi tidak dirasakan seluruh hotel, termasuk hotel berdasarkan kategori bintang. Menurut dia, lokasi hotel yang dekat dengan pusat kegiatan menjadi salah satu pertimbangan tamu dalam memilih penginapan.

PHRI Solo, lanjut Wening, mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional. Dia berharap kegiatan seperti Dhaup Ageng dapat terus memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan perekonomian daerah.

“Kami ikut bangga mendukung, nyengkuyung Dhaup Ageng ini. Kami ikut bahagia, senang karena okupansi beberapa hotel bisa maksimal,” pungkas dia.

Leave a Reply