Cakrawalabarat.com, SEMARANG — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah (Jateng) siap dilakukan untuk membantu menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, pelaksanaan operasi tersebut masih menunggu kondisi dan pembentukan awan yang mendukung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan OMC yang disiapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak ditujukan untuk menangani abu vulkanis dari erupsi Anak Krakatau.
Menurut dia, operasi tersebut difokuskan untuk membantu menekan karhutla di sejumlah kabupaten/kota di Jateng, termasuk kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo.
“Kalau terkait abu bukan, karena abu vulkanis dari BMKG [Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika] menyatakan tidak sampai Jateng. Tapi kalau menekan karhutla, iya,” kata Bergas kepada Espos, Selasa (8/9/2026).
Secara persiapan, kata Bergas, OMC sebenarnya sudah siap dilakukan. Namun, hingga Selasa siang, operasi tersebut belum dapat dilaksanakan karena kondisi awan belum mendukung.
“BNPB memang sudah ready, tapi OMC baru bisa dilaksanakan kalau awannya ada, butiran airnya ada, kalau belum ada semua, ya belum bisa dilaksanakan,” terangnya.
Pelaksanaan OMC, lanjut Bergas, tidak dapat dilakukan secara serta-merta. BNPB perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk menentukan posisi dan memantau keberadaan awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian.
“Kalau ada awan, tapi tipis, tidak ada air, ya OMC tetap belum bisa dilakukan,” terangnya.
Menunggu Kondisi Awan
Berdasarkan perencanaan BNPB dan BMKG, pelaksanaan OMC diproyeksikan berlangsung pada 8-11 September 2026. Namun, jadwal tersebut masih bergantung pada kondisi cuaca dan pembentukan awan.
“Tanggal 8-11 itu kajian BMKG tentang pembentukan awan. Tapi yang membentuk awan bukan BMKG ya, itu tergantung Gusti Allah. Tapi pada intinya OMC sudah siap, tinggal menunggu awannya,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, BNPB mencatat sejumlah peristiwa karhutla terjadi di Jateng pada Minggu (6/9/2026). Tiga kejadian tercatat di Kabupaten Klaten, Sragen, dan Banyumas.
Di Klaten, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.20 WIB dan melanda sekitar 2 hektare lahan di kawasan Bukit Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat.
Sementara itu, kebakaran di Sragen terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Bentak, Kecamatan Kalijambe. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 4 hektare.
Karhutla juga terjadi di Banyumas. Titik api ditemukan di Desa Gunung Wetan, Kecamatan Jatilawang; Desa Wlahar, Kecamatan Wangon; serta Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas.

Leave a Reply