Lula Menang Pilpres Brasil dengan 51,75% Suara, Kalahkan Bolsonaro

Lula Menang Pilpres Brasil dengan 51,75% Suara, Kalahkan Bolsonaro
Luiz Inácio Lula da Silva (kiri) memenangi pertarungan politik melawan kubu kanan jauh di Brasil setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro (kanan). (Istimewa/Threads)

Cakrawalabarat.com, JAKARTA — Luiz Inácio Lula da Silva memenangi pertarungan politik melawan kubu kanan jauh di Brasil setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro dalam putaran kedua pemilihan presiden.

Melansir The Guardian via Bisnis.com, Senin (26/10/2026), berdasarkan hampir 99% suara yang telah dihitung, Lula memperoleh 51,75% suara, sedangkan Flávio Bolsonaro meraih 48,25%.

Hasil tersebut membalikkan keadaan setelah Lula kalah tipis pada putaran pertama pemilihan yang berlangsung pada awal Oktober. Lula, yang berusia 80 tahun dan akan genap berusia 81 tahun pada Selasa (27/10/2026), mencatatkan kemenangan dengan selisih sekitar 4,3 juta suara. Pada putaran pertama, dia tertinggal sekitar 2,2 juta suara dari rivalnya.

Hasil tersebut menjadi catatan tersendiri dalam sejarah demokrasi Brasil sejak kembali ke era demokrasi pada 1980-an. Untuk pertama kalinya dalam periode tersebut, kandidat yang menempati posisi kedua pada putaran pertama berhasil memenangi pemungutan suara putaran kedua.

Kemenangan Lula disambut perayaan para pendukungnya di sejumlah wilayah, termasuk São Paulo, tempat dia mengikuti penghitungan suara. Ribuan pendukung berkumpul sambil mengibarkan bendera merah bergambar presiden petahana tersebut.

Sekutu utama Lula, Reginaldo Lopes, menilai hasil pemilihan itu mencerminkan penolakan terhadap politik ekstrem kanan di Brasil.

“Saya merasa luar biasa… Ini adalah Brasil yang memberi tahu dunia bahwa ekstrem kanan itu fasis, bahwa ekstrem kanan menentang orang kulit hitam, menentang orang miskin, menentang negara, menentang kaum gay,” kata Lopes kepada The Guardian.

Dia menambahkan bahwa kemenangan tersebut membuka jalan bagi konsolidasi kembali kekuatan demokrasi di Brasil.

Keberhasilan Lula membalikkan hasil putaran pertama ditopang peningkatan partisipasi pemilih dari basis pendukungnya. Tingkat abstensi turun dari rekor 21,08% pada putaran pertama menjadi 19,21% pada putaran kedua. Penurunan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan hasil pemilihan.

Basis pendukung Lula sebelumnya dinilai memiliki kendala partisipasi karena banyak di antara mereka tinggal jauh dari tempat pemungutan suara.

Sehari sebelum pemungutan suara, pendukung Lula menggelar dua aksi besar di Rio de Janeiro dan São Paulo. Lebih dari satu juta orang dilaporkan memadati Pantai Copacabana di Rio de Janeiro, sementara jumlah massa yang berunjuk rasa di Avenida Paulista, São Paulo, bahkan lebih besar.

Josias Silva, seorang pengemudi truk yang menghadiri aksi di Rio de Janeiro, menyatakan keyakinannya terhadap peluang Lula untuk kembali menang setelah berlangsungnya protes antipendukung Bolsonaro yang melibatkan mahasiswa.

“Rakyat telah bangun … Belum pernah ada demonstrasi seperti ini. Ini adalah protes terbesar dalam sejarah Brasil. Dan besok kami akan menang dengan lebih dari 60% suara,” katanya.

Optimisme serupa terlihat di antara pendukung Lula yang berkumpul di São Paulo untuk menyaksikan penghitungan suara. Camilo Buarque, 35, mengatakan keyakinannya terhadap Lula tumbuh dari semangat para pendukung yang berkumpul di lokasi tersebut.

“Hati saya berdetak seribu kali per detik, tetapi saya yakin,” kata Ester Almeida, 28, pendukung Lula lainnya.

Leave a Reply