Cakrawalabarat.com, GUNUNGKIDUL — Pengunjung wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ubur-ubur yang mulai terlihat di sejumlah titik perairan. Kondisi ini menjadi perhatian serius petugas menjelang puncak libur sekolah yang diperkirakan memicu lonjakan wisatawan di kawasan pesisir.
Fenomena ubur-ubur di wilayah Pantai Selatan Gunungkidul tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko insiden sengatan, terutama pada wisatawan anak-anak yang kerap tertarik dengan bentuk hewan laut tersebut. Petugas pun meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, mengatakan ubur-ubur yang oleh warga lokal disebut inpes mulai muncul di kawasan pantai Bumi Handayani. Bahkan, sebelumnya sudah tercatat adanya korban akibat sengatan hewan tersebut.
“Untuk hari ini [Sabtu siang] belum ada. Tapi, kami meminta pengunjung untuk tetap waspada dan berhati-hati,” kata Marjono, Sabtu (20/6/2026), dilansir Harian Jogja.
Ia menjelaskan pada Minggu (14/6/2026) lalu terdapat lima pengunjung yang menjadi korban sengatan ubur-ubur di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, petugas telah menyiapkan obat-obatan serta perlengkapan pertolongan pertama di sejumlah pos penjagaan.
Menurut Marjono, ubur-ubur memang kerap terlihat menarik karena bentuk dan warnanya. Namun, hewan tersebut tetap berbahaya apabila tersentuh langsung karena dapat menyebabkan sengatan pada kulit manusia.
Memasuki masa liburan sekolah setelah pembagian rapor, jumlah kunjungan wisatawan ke pantai-pantai di Gunungkidul diperkirakan meningkat signifikan.
“Paling banyak yang menjadi korban merupakan anak-anak,” ujarnya.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, menambahkan sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan rasa panas pada kulit, nyeri, gatal, sesak napas, hingga menyebabkan pingsan dalam kondisi tertentu.
“Jika tersentuh jangan panik, kemudian bilas area yang tersengat dengan air biasa atau air laut. Tujuannya agar tentakel ubur-ubur bisa terlepas dari kulit,” katanya.
Ia menegaskan kelompok anak-anak menjadi yang paling rentan karena rasa penasaran terhadap bentuk ubur-ubur yang dianggap menarik.
Petugas juga telah menyiagakan personel di sejumlah titik pantai untuk memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kasus sengatan, termasuk melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan.
Selain ancaman ubur-ubur, wisatawan diingatkan agar tidak beraktivitas di area pantai yang dinilai berbahaya guna mencegah risiko kecelakaan laut selama masa liburan.
“Kami siagakan seluruh personel yang kami miliki untuk pengawasan. Kalau ada pengunjung di area berbahaya, maka langsung kami peringatkan,” kata Surisdiyanto.
Berita ini telah ditayangkan di Harian Jogja dengan judul “Libur Sekolah, Ancaman Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul Meningkat”

Leave a Reply