Boy Thohir Punya 7,11% Saham di MGLV, Bidik Bisnis Data Center dan AI

Boy Thohir Punya 7,11% Saham di MGLV, Bidik Bisnis Data Center dan AI
Pengusaha nasional Garibali Thohir atau Boy Thohir mulai memperluas eksposur investasinya ke sektor infrastruktur digital melalui PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). (Istimewa)

Cakrawalabarat.com, JAKARTA — Pengusaha nasional Garibali Thohir atau Boy Thohir mulai memperluas eksposur investasinya ke sektor infrastruktur digital melalui PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). Perusahaan tersebut tengah melakukan transformasi bisnis menuju pengembangan high-density data center untuk memenuhi kebutuhan cloud computing dan komputasi artificial intelligence (AI).

Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.

Ekspansi tersebut menambah portofolio investasi Boy Thohir yang selama ini dikenal kuat di sektor energi dan sumber daya alam. Sebelumnya, jaringan bisnisnya juga telah memiliki eksposur pada sektor mineral strategis dan ekosistem baterai kendaraan listrik, termasuk melalui Merdeka Copper Gold dan Merdeka Battery Materials.

Kini, sektor infrastruktur digital menjadi salah satu bidang yang dibidik seiring meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi dan pengolahan data.

Jika pada era industrialisasi kebutuhan utamanya adalah energi, kemudian era elektrifikasi membutuhkan critical minerals dan battery materials, maka pertumbuhan ekonomi berbasis AI akan membutuhkan sumber daya baru dalam jumlah masif, yakni computing power dan data center.

Pertumbuhan AI tidak hanya membutuhkan pengembangan perangkat lunak. Teknologi tersebut juga membutuhkan dukungan infrastruktur fisik, mulai dari server berkapasitas tinggi dan GPU computing hingga jaringan telekomunikasi, sistem pendingin, serta pasokan listrik yang stabil.

MGLV berencana mengembangkan fasilitas high-density data center untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data yang semakin besar, termasuk untuk mendukung cloud computing dan Artificial Intelligence.

Dengan demikian, investasi pada data center pada dasarnya bukan sekadar investasi pada tren teknologi, tetapi investasi pada infrastruktur yang memungkinkan ekonomi AI berjalan.

Menariknya, data center dan energi justru memiliki hubungan yang semakin erat.

Semakin besar kemampuan komputasi sebuah data center, semakin besar pula kebutuhan listrik dan sistem pendinginannya. Artinya, pertumbuhan AI pada akhirnya juga akan menciptakan permintaan baru terhadap energy infrastructure.

Hal ini membuka sebuah benang merah dari perjalanan investasi Boy Thohir dimulai dari energi, mineral, ekosistem kelistrikan, hingga ke data center dan artificial intelligence.

Dari perspektif tersebut, ekspansi menuju data center dan AI tidak sepenuhnya merupakan lompatan ke sektor yang berbeda. Sebaliknya, langkah ini dapat dilihat sebagai perluasan dari kompetensi dan jaringan investasi energi menuju infrastruktur digital generasi berikutnya.

Track record investasi Boy Thohir menunjukkan kecenderungan untuk membangun eksposur pada sektor-sektor dengan structural demand jangka panjang. Dari energi dan pertambangan, mineral untuk elektrifikasi, hingga kini data center dan AI, terdapat karakter yang relatif konsisten, mencari kebutuhan fundamental yang skalanya berpotensi membesar seiring perubahan ekonomi dan teknologi.

Sebab jika pada dua dekade sebelumnya energi dan komoditas menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka dalam dekade mendatang energi, konektivitas, data center, dan computing power berpotensi menjadi infrastruktur yang sama strategisnya.

Dalam konteks tersebut, MGLV bukan hanya cerita mengenai sebuah emiten yang memasuki bisnis AI.

Ini dapat menjadi bagian dari cerita yang lebih besar mengenai bagaimana Boy Thohir, yang membangun fondasi bisnisnya dari energi, kini mulai mengambil posisi dalam pembangunan infrastruktur untuk era Artificial Intelligence.

Dari menyediakan energi untuk menggerakkan industri, menuju menyediakan infrastruktur untuk menggerakkan ekonomi digital dan AI.

Leave a Reply