BKSDA Jateng Jelaskan Kematian Harimau Putih di Semarang Zoo

BKSDA Jateng Jelaskan Kematian Harimau Putih di Semarang Zoo
Seekor harimau putih bernama Anggun milik Semarang Zoo yang dikabarkan mati saat proses pertukaran satwa. (Istimewa)

Cakrawalabarat.com, SEMARANG — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) buka suara terkait kematian harimau Benggala betina bernama Anggun yang sebelumnya merupakan koleksi Taman Satwa Semarang (Semarang Zoo). BKSDA memastikan telah melakukan klarifikasi kepada pengelola kebun binatang di Mangkang tersebut dan menegaskan satwa itu telah dipindahkan ke lembaga konservasi lain sebelum mati.

Kepala BKSDA Jateng, Dyah Sulistyari, mengatakan pihaknya menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan setelah muncul informasi mengenai kematian satwa tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan Anggun sudah tidak berada di Semarang Zoo saat peristiwa kematian terjadi.

“Satwa harimau Benggala betina bernama Anggun telah dihibahkan kepada Rahmat Zoo and Park (R Zoo) di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berdasarkan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak,” kata Dyah dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Dalam kerja sama tersebut, Semarang Zoo menghibahkan sepasang harimau Benggala, yakni Anggun dan harimau jantan bernama Ganza. Keduanya diberangkatkan dari Semarang pada 17 Maret 2026 dengan pendampingan dokter hewan dan keeper satwa serta dilengkapi dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN).

Menurut Dyah, kedua harimau tiba di Rahmat Zoo and Park pada 21 Maret 2026. Namun, kondisi Anggun kemudian mengalami penurunan hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan mati pada 27 Maret 2026.

BKSDA Jateng menegaskan sebelum proses translokasi dilakukan, seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap kandang angkut dan kondisi kesehatan satwa sebelum keberangkatan.

“Dari hasil pemeriksaan disebutkan bahwa kandang angkut dalam kondisi layak serta satwa harimau Benggala dalam kondisi sehat berdasarkan Surat Keterangan Sehat satwa yang diterbitkan dokter hewan Taman Satwa Semarang,” paparnya.

Dyah menambahkan peristiwa kematian Anggun menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan satwa, khususnya saat proses translokasi antarlembaga konservasi. Menurut dia, pengawasan harus dilakukan sejak tahap persiapan, selama perjalanan, hingga satwa tiba dan beradaptasi di lokasi tujuan.

“Kejadian kematian satwa harimau Benggala tersebut menjadi pembelajaran untuk semua pihak agar lebih cermat dan meningkatkan penanganan satwa, khususnya saat dilakukan translokasi mulai dari persiapan pemindahan, pemantauan selama perjalanan sampai satwa tiba di lokasi tujuan,” terangnya.

BKSDA Jateng akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap pengelolaan satwa di Semarang Zoo maupun lembaga konservasi lainnya. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, satwa-satwa lain yang berada di Semarang Zoo dilaporkan dalam kondisi baik dan sehat.

Leave a Reply