APPSI Siapkan Program Khusus untuk Hidupkan Kembali Pasar Tradisional

APPSI Siapkan Program Khusus untuk Hidupkan Kembali Pasar Tradisional
Ilustrasi pasar tradisional. (freepik)

Cakrawalabarat.com, SOLO — Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyiapkan sejumlah program khusus untuk menghidupkan kembali pasar tradisional di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian rakyat.

Hal itu disampaikan Ketua Harian DPP APPSI, Don Muzakir, saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) dan Pengukuhan Pengurus Definitif DPD APPSI Kota Solo Periode 2026-2031 di Griya Segaran Solo, Selasa (9/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wali Kota Solo, Respati Ardi, dan Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono.

Don mengatakan pasar tradisional memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat karena menjadi tempat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai produk usaha kecil menengah.

“Target Pak Prabowo pada 2027 adalah peningkatan ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui pedagang pasar tradisional. Ekonomi kerakyatan yang paling besar adalah pasar selain UMKM. Pedagang pasar menjadi tempat menampung hasil panen petani dan pekebun,” ujar Don.

Menurut dia, APPSI akan mengusulkan anggaran revitalisasi pasar tradisional kepada pemerintah pusat. Fokus utama bukan pembangunan pasar baru, melainkan rehabilitasi dan perbaikan pasar yang sudah ada agar lebih layak, nyaman, dan mampu bersaing di tengah perkembangan perdagangan digital.

“Kami akan memohon kepada Pak Prabowo agar ada anggaran revitalisasi pasar, bukan pembangunan pasar baru. Karena menurut kami pembangunan pasar baru bisa menjadi mubazir. Yang lebih dibutuhkan saat ini adalah rehabilitasi pasar-pasar yang sudah ada,” katanya.

Don menilai pasar tradisional harus bertransformasi agar kembali menarik minat masyarakat untuk berbelanja secara langsung. Salah satu konsep yang sedang dikembangkan adalah pasar wisata yang telah diterapkan di beberapa daerah.

Ia mencontohkan program pasar wisata di Aceh yang memberikan kupon undian kepada setiap pengunjung dengan hadiah tertentu sebagai daya tarik tambahan.

“Pasar harus dibuat menarik agar orang mau datang. Selain itu, kebersihan, fasilitas, dan kenyamanan juga harus diperhatikan. Nanti kami akan membantu melalui program CSR dan bekerja sama dengan perbankan untuk mendukung sanitasi pasar dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kota Solo, Muzakki Amna, menyampaikan rasa syukurnya atas kesediaan Wali Kota Solo, Respati Ardi, menjadi pembina organisasi tersebut.

Menurut dia, kehadiran pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung perjuangan pedagang pasar tradisional menghadapi berbagai tantangan usaha.

“Kami bersyukur sekali Mas Wali Kota Solo bersedia menjadi pembina APPSI Solo. Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo untuk membangun organisasi ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang pasar. Pasar tradisional adalah jantung ekonomi masyarakat,” kata Muzakki.

Ia juga mengajak seluruh pedagang pasar tradisional di Kota Solo untuk menjadikan APPSI sebagai wadah bersama dalam menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

“Segala persoalan dan keluhan pedagang bisa disampaikan melalui APPSI agar dapat dicarikan jalan keluarnya bersama,” ujarnya.

APPSI berharap berbagai program revitalisasi dan penguatan pasar tradisional dapat menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga keberlangsungan pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

Leave a Reply